“Tok tok tok”
Kayak
ada yang ngetuk pintu.
Ah,
mungkin hanya mimpi.
Sarah kembali meneruskan ‘sleeping
beauty’nya. Namun, terdengar suara ketukan pintu yang lebih keras.
“TOK TOK TOK TOK TOK”
Aduh, siapa sih?
Ganggu orang tidur aja.
Bukain gak ya?
Males gue.
Dengan malas, Sarah bangun
dari tempat tidurnya dan berusaha membuka mata. Cahaya terang siang hari serta
salju tipis terlihat dari jendela kamarnya. Segera Sarah ke kamar mandi dan
mencuci mukanya.
Ahh, segarnya!
Setelah
cuci muka, Sarah tergopoh-gopoh membukakan pitu bagi Tamu-Yang-Mengganggu-Tidur-Siang-nya. Siapa ya kira-kira? Batin Sarah.
“Selamat
siang, Miss Morlock?” sapa orang itu ketika Sarah membukakan pintu.
Melihat
Sarah yang terbengong, orang itu kemudian menjelaskan dengan aksen Australia-nya
yang kental, “Saya David Goodman, wartawan dari Koran Daily News. Saya kemari karena ada hal yang harus ditanyakan dengan
Miss Sarah Morlock. Apakah anda mempunyai waktu?”
“Oh,
tentu saja. Silahkan masuk.” Sarah mempersilahkan masuk dan membuatkan
secangkir teh untuk tamu yang mengaku bernama David itu.
“Begini,Miss,
saya ingin bertanya mengenai salah satu teman anda yang bernama Yoshimura Hikada,
apakah anda dekat dengannya?”
“ Ya, saya cukup dekat dengannya. Ada masalah apa dengan Yoshimura?”
“Tidak
ada, Miss. Apakah anda tahu lokasi Yoshimura Hikada sekarang?”
“Maaf,
apa keperluan anda?” Sarah bertanya-tanya dengan tatapan menyelidik. Ditatapnya
lelaki itu dari kepala sampai kaki. Terlalu rapi untuk seorang wartawan.
“Saya perlu mengetahui keberadaan
Yoshimura Hikada untuk diwawancarai. Dan mungkin anda adalah satu-satunya orang
yang mengetahui keberadaan Yoshimura Hikada.”
“Diwawancarai? Dalam hal apa?” Semua
terasa buram bagi Sarah. Merasa bingung karena pacarnya akan diwawancarai.
“Erm, begini, Miss, bukankah dia
seseorang yang cukup berprestasi di bidangnya? Lagipula saya membutuhkan seorang
sejarahwan untuk diwawancarai mengenai hal jatuhnya Kota Konstantinopel oleh
Turki secara mendalam.”
“Begitukah?”
“Tentu saja, Miss.”
“Sejujurnya, Sir, saya sendiri tidak tahu keberadaannya
saat ini. Dia menghilang selama beberapa hari ini. Dia bahkan bolos kuliah.
Saya sempat bertanya kepada teman-temannya, namun tidak ada yang tahu.”
“Kapan terakhir anda melihat
Yoshimura Hikada?”
“Sekitar 3 hari yang lalu.”
“Apakah anda sudah mencoba
menghubunginya?”
“Tentu saja sudah. Saya bahkan datang
ke rumah orang tuanya.”
“Sebenarnya, apa hubungan anda
dengan Yoshimura Hikada?” Sarah merasa terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan
itu.
“Maaf, tetapi itu hal pribadi.
Sekarang, saya memohon permisi karena saya akan ada kuliah pukul 3 nanti, saya
harus bersiap-siap. Anda bisa datang lain waktu.”
“Kalau begitu, terima kasih atas
waktunya, Miss Morlock. Maaf mengganggu. Selamat siang.”
Sarah mengantar pria itu sampai
keluar rumah dan kembali ke dalam rumah dengan pikiran yang tak menentu. Apakah
pria itu benar-benar wartawan?
No comments:
Post a Comment